Selasa, 06 Januari 2015

PENYAKIT LEPRA



Penyakit Lepra
Lepra adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh dan udara kotor. Pada jaman dahulu kala, penyakit lepra sangat ditakuti oleh masyarakat. Apabila seseorang berpenyakit lepra, maka ia akan diasingkan dari pergaulan dan tidak ada orang yang mau mendekati. Orang yang berpenyakit lepra itu terpaksa hidup menyendiri.
Sekarang penyakit lepra sudah makin dikenal orang sehingga orang yang berpenyakit lepra tidak diasingkan lagi. Menurut Drs. Djamaludin Hadis, penulis buku kesehatan masyarakat, lepra adalah penyakit yang menular melalui kulit atau syaraf, maupun keduanya.
Bakteri yang menyebabkan penyakit lepra ditemukan oleh Hansen dari Penyakit Lepra juga disebut dengan penyakit kusta dan kini juga dikenal sebagai penyakit Hansen. Dahulu kala, penyakit ini dipandang secara berlebihan hingga mengurangi stigma sosial bagi si penderita. Namun, kini penyakit lepra sudah tidak asing lagi dan orang yang menderita penyakit ini tidak mesti diasingkan dari masyarakat. Lepra adalah salah satu penyakit kronis yang menimbulkan kerusakan pada sistem kulit, pernafasan, saraf, testis, dan mata. Namun, lepra tidak akan menyebabkan kematian atau lepasnya anggota tubuh dengan mudah seperti yang ditakuti oleh kebanyakan orang.
Penyakit lepra terdapat pada hampir seluruh dunia dan paling sering dijumpai pada negara berkembang. Mengapa? Karena penyakit ini cenderung berkaitan dengan lingkungan yang kumuh dan kotor yang biasanya ditemukan di daerah pedesaan dan pemukiman miskin. Daerah endemik seperti ini biasanya sulit mendapatkan air bersih, tidak memiliki tempat tidur sehingga tidur di lantai, dan gizi buruk. Pria memiliki resiko terkena penyakit lepra yang lebih tinggi dibandingkan wanita.

Penyebab penyakit lepra
Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”.oleh Universitas Texas pada tahun 2008, yang menyebabkan endemik sejenis kusta di Meksiko dan Karibia, yang dikenal lebih khusus dengan sebutan diffuse lepromatous leprosy.Sedangkan bakteri Mycobacterium leprae ditemukan oleh seorang ilmuwan Norwegia bernama Gerhard Henrik Armauer Hansen pada tahun 1873 sebagai patogen yang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra. Saat ini penyakit lepra lebih disebut sebagai penyakit Hansen, bukan hanya untuk menghargai jerih payah penemunya, melainkan juga karena kata leprosy dan leper mempunyai konotasi yang begitu negatif, sehingga penamaan yang netral lebih diterapkan untuk mengurangi stigma sosial yang tak seharusnya diderita oleh pasien kusta.Cara penularan penyakit ini meliputi penularan langsung dan tidak langsung, melalui kulit yang ada lukanya atau lecet, dengan kontak yang lama dan berulang-ulang. Lepra merupakan penyakit yang tidak mudah menular .
 jenis lepra antaralain:
1. Lepra tuberkuloit dilandasi dangan ruam kulit berupa satu atau beberapa daerah putih yang datar, daerah tersebut kebal terhadap sentuhan karena mikrobakteri telah merusak saraf-sarafnya.
2. Lepra lapromatosa yaitu muncul benjolan kecil atau ruam menonjol dan lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk, terajadi kerontokan rambut tubuh termasuk alis dan bulu mata
3. Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil yang memiliki gambaran kedua bentuk lepra jika keadaannya membaik, maka akan menyarupai lepra tuberkoloid jika akan memburuk maka akan menyerupai keromatosa, dan  dapson tidak digunakan lagi.
Gejala Penyakit lepra
 Gejala dan tanda yang muncul tergantung kepada respon kekebalan penderita. Gejala pertamanya berupa penebalan pada kulit yang berubah warnanya berupa bercak keputih-putihan (maculahypopigmentasi) yang kurang atau hilang perasaannya (anaesthesia). Pengenalan tanda pertama ini sangat penting untuk berhasilnya pengobatan dan pencegahan kecacatan akibat lepra. Bila mengenai kulit muka akan mengakibatkan tampang seseorang menjadi sangat menakutkan yang disebut facies leonina (muka singa).
Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :
  • Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
  • Anoreksia.
  • Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
  • Cephalgia.
  • Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
  • Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
  • Neuritis.
Pengobatan penyakit lepra

Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga, bakteri penyebab lepra secara bertahap menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar. Hal ini terjadi hingga ditemukannya pengobatan multiobat pada awal 1980-an dan penyakit ini pun mampu ditangani kembali.

Pada 1985, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di 122 negara. Pada Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA) ke-44 di Jenewa, 1991, disetujui resolusi untuk menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2000, dan berusaha untuk ditekan menjadi 1 kasus per 100.000. WHO diberikan mandat untuk mengembangkan strategi penghapusan kusta.

Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson.

Obat terapi multiobat kusta.Sejak 1995, WHO memberikan paket obat terapi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan. Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman dan mudah. Jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat..

Rifampisin merupakan antibiotik satu-satunya bekerja leprosid terhadap basil lepra, kerjanya lebih cepat dan efektif dari pada dapson. Dalam waktu 3-4 minggu bentuk L yang ganas sudah menjadi tidak bersifat menular lagi.
Klofazimin, obat ini memiliki khasiat leprostatik yg sama kuatnya dengan dapson, juga berkhasiat sebagai anti radang dan mencegah terjadinya benjol-benjol pada bentuk L
Nama-nama Obat paten penyakit lepra diantaranya:
-           CORIFAM, HEROFAM,
-           MEGARIF, MERIMAC,
-           RAMICIN, RARIFAM,
-           RIFAMTIBI,
-           RIFAMEC,
-           RIPAMPICIN,
-           RIMACTANE. 



               

Senin, 05 Januari 2015

POSTING PERTAMA MACAM-MACAM PENYAKIT.COM



 H I P E R T E N S I (TEKANAN DARAH TINGGI)
   Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah persisten, dimana tekanan sistoliknya lebih dari 140 mmHg dan diastoliknya lebih dari 90 mmHG). Semakin tinggi tekanan darah maka akan memiliki risiko terjadinya komplikasi yang semakin tinggi pula. Pada orang tua dengan umur diatas 65 tahun mempunyai risiko terjadinya hipertensi dua kali lebih besar daripada orang muda dengan umur dibawah 65 tahun. Pada lanjut usia hipertensi di definisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastoliknya 90 mmHg. 
 Jenis-Jenis Hipertensi
 1. Hipertensi Esensial
Hipertensi Esensial sering di sebut dengan hipertensi Primer. Hipertensi kategori ini paling sering di temui. Jumlahnya mencapai 90-95% dari penderita hipertensi secara keseluruhan. Ketidakpastian faktor penyebab ini membuat penderita hipertensi esensial sulit mengetahui pemicu tingginya tekanan darah tinggi.
Ada beberapa kemungkinan penyebab hipertensi esensial. Salah satu hal yang mungkin menyebabkan hipertensi ini adalah kelainan gen tunggal yang mempengaruhi metabolisme natrium, sehingga menimbulkan hipertensi.
Penyebab hipertensi esensial faktor keturunan dan gaya hidup tertentu.
2.  Hipertensi Sekunder
Kasus Hipertensi sekunder lebih rendah di bandingkan hipertensi Esensial/primer. Penyakit ginjal merupakan penyebab terbesarnya yaitu 5-10% dari keseluruhan hipertensi. Hal ini karena ginjal berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Gangguan ginjal seperti kelainan ginjal, sumbatan pada arteri ginjal (pemasok darah utama), koarktasioaorta (penyempitan pembuluh darah utama yang memasok darah dari jantung ke seluruh tubuh), penyebab lain
1-2% kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu seperti pil KB.
 
Penyebab Hipertensi
- Faktor keturunan
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan kitapun beresiko tinggi mengalaminya.

- Usia
Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi.

Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.

- Gender
Hingga usia 45, lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama.
- Kurang gerak/Kurang berolahraga (Sedentary lifestyle)
Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.
- Pola makan
Kalau kita suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya kita menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang, kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
- Kelebihan berat badan
Berat badan berlebih bisa menjadi salah satu ukuran beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
- Kebiasaan minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.

- Stres
Stres dapat meningkatkan tekanah darah meningkat. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat.
Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.

- Kondisi penyakit yang lain
Gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.
Mekanisme terjadinya hipertensi ada dua, yaitu hipertensi primer, yang disebabkan karena gangguan fungsi salah satu atau beberapa sebab di bawah ini :
• Cairan ekstrasel yang tinggi
• Gangguan fungsi ginjal
• Faktor-faktor yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit
• Resistensi pembuluh darah perifer
• Dan curah jantung yang meningkat
Sedangkan hipertensi sekunder yang mempunyai kemungkinan sembuh lebih besar, disebabkan oleh karena penyempitan pembuluh darah, baik pada pembuluh darah vena maupun pembuluh darah arteri. Pada penyempitan pembuluh darah maka tekanan darah akan meningkat, seperti kita ketahui pada saluran yang lebih sempit dengan jumlah volume yang sama maka tekanan akan semakin tinggi.  Gejala Hipertensi:
Gejala-gejala yang mungkin kita temukan antara lain :
• Tekanan darah yang meningkat
• Pusing, Sakit kepala, kelelahan
• Pandangan yang kabur
• Perasaan berdebar, gelisah
• Leher dan pundak terasa kaku, dan sulit bernafas
Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
• Stroke
• Kelaianan pada retina
• Pembesaran jantung kiri
• Gagal jantung
• Jantung koroner
• Edema paru
Pencegahan Hipertensi
Pencegahan hipertensi yaitu di annjurkan untuk merubah perubahan agar dapat menurunkan tekanan darah.
Sebelum memulai terapi obat, pencegahan utama bagi hipertensi yaitu :
  Menjaga berat badan normal.
  Olahraga yang teratur.
  Istirahat yang cukup.
  Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (≥30 menit per hari, atau  
hampir setiap hari dalam seminggu).
  Berhenti merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. 
 Menu makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan zat gizi.
Perbanyaklah makan  sayur dan buah-buahan
Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium/ Batasi atau hindari konsumsi garam.
Agar  terhindar dari Penyakit Tekanan Darah Tinggi,  konsumsilah sejumlah makanan berikut secara teratur, diantaranya :
  •     Bayam
  •     Biji bunga matahari
  •     Kacang-kacangan
  •     Pisang
  •     Kedelai
  •     Kentang
  •     Cokelat pekat (dark chocolate), dan alpukat.
    Pengobatan Hipertensi
Pengobatan hipertensi meliputi beberapa langkah yang terdiri dari :
Langkah Pertama  :
Pemberian obat pilihan pertama yang digunakan dalam pengobatan
                                    hipertensi
ini adalah menggunakan diuretika, beta blocker, Ca antagonis,
                                    ACE inhibitor.
Langkah Kedua       : Alternatif yang bisa diberikan dalam langkah ini yaitu dengan dosis obat
                                     pertama dinaikan, diganti jenis lain dari obat pilihan pertama dan yang
                                     selanjutnya ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa obat diuretika,
                                     beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator.
Langkah Ketiga        : Alternatif yang bisa ditempuh yaitu dengan obat ke-2 diganti dan ditambah
                                      obat ke-3 jenis lain.
Langkah Keempat   : Alternatif pemberian obatnya ditambah obat ke-3 dan ke-4, mengevaluasi
                                     kembali dan konsultasi.
Obat-Obat hipertensi yaitu terdiri dari : 
1. Captopril 12,5mg dan 25 mg
Nama generik : Captopril
Nama dagang di Indonesia : Capoten, Casipril, Dexacap, Farmoten, Metopril, Otoryl, Praten, Scantensin, Tensobon.
   Captopril adalah obat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini merupakan obat pilihan pertama untuk penderita hipertensi tanpa komplikasi. Terdapat bayak golongan obat antihipertensi. Captopril termasuk dalam golongan obat inhibitor enzim angiotensin konverter (angiotensin-converting enzyme inhibitor, ACEI).
Indikasi : hipertensi, gagal jantung kongestif, setelah infark miokard, nefropati diabetik.
Kontraindikasi : untuk pasien yang hipersensitif terhadap kaptopril atau komponen lain dalam obat dalam komposisi obat; pasien yang memiliki riwayat angiodema dikaitkan dengan pengobatan dengan penghambat enzim pengubah angiotensin terdahulu; pasien dengan penyempitan arteri bilateral ginjal; pasien yang sedang hamil trimester kedua atau ketiga.
Bentuk sediaan : tablet 12,5 mg, 25 mg
Dosis dan aturan pakai : untuk pengobatan nefropati diabetik digunakan dosis 25 mg, diminum 3 kali dalam sehari; jika diperlukan penurunan tekanan darah lebih lanjut, antihipertensi lain dapat digunakan bersama kaptopril; pada gangguan ginjal berat awalnya 12,5 mg, 2 kali sehari.
Efek samping : hipotensi, batuk kering yang persisten, pusing, sakit kepala, letih, mual, memperburuk fungsi ginjal (mungkin terjadi pada pasien dengan penyempitan arteri bilateral ginjal), ruam kulit, reaksi hipersensitif, gangguan tidur, gelisah, anemia, radang pankreas.
Resiko khusus : pada pasien yang sedang hamil pada trimester pertama resiko penggunaan obat ini adalah termasuk kategori C, di mana penelitian pada wanita (manusia) belum tersedia. Pasien yang sedang hamil pada trimester kedua dan ketiga termasuk dalam kategori D, di mana terdapat bukti positif resiko pada janin manusia, tetapi obat dapat digunakan pada wanita hamil walaupun beresiko yaitu pada kasus penyakit serius dan obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau inefektif.
2. Amlodipine
Nama Generik : Amlodipine
Nama Dagang Di Indonesia : Tensivask (Dexa Medica) tablet 5mg; 10mg, Norvask (Pfizer) tablet 5mg, 10mg.
 
 Amlodipin adalah obat tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini adalah obat hipertensi yang paling sering diresepkan di Indonesia setelah captopril. Terdapat banyak golongan obat antihipertensi. Amlodipin termasuk ke dalam golongan obat penghambat kanal kalsium.  
Indikasi : Amlodipine digunakan untuk pengobatan hipertensi, angina stabil kronik, angina vasospastik (angina prinzmetal atau variant angina). Amlodipine dapat diberikan sebagai terapi tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain.
Kontra Indikasi : Amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amlodipine dan golongan dihidropiridin lainnya.
Dosis : Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi dan respon pasien.
Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14 hari.
Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan pada
awal terapi 2,5 mg satu kali sehari.
Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihipertensi lain, dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg.
Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik ataupun angina vasospastik adalah 5-10 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati.
Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obat-obat golongan tiazida, ACE inhibitor,  β-bloker, nitrat dan nitrogliserin sublingual.
Efek Samping : Secara umum amlodipine dapat ditoleransi dengan baik, dengan derajat efek samping yang timbul bervariasi dari ringan sampai sedang. Efek samping yang sering timbul dalam uji klinik antara lain  : edema, sakit kepala.
Secara umum    : fatigue, nyeri, peningkatan atau penurunan berat badan.

Pada keadaan hamil dan menyusui : belum ada penelitian pemakaian amlodipine pada wanita hamil, sehingga penggunaannya selama kehamilan hanya bila keuntungannya lebih besar dibandingkan risikonya pada ibu dan janin. Belum diketahui apakah amlodipine diekskresikan ke dalam air susu ibu. Karena keamanan amlodipine pada bayi baru lahir belum jelas benar, maka sebaiknya amlodipine tidak diberikan pada ibu menyusui.
Efektivitas dan keamanan amlodipine pada pasien anak belum jelas benar.  

Interaksi Obat
  Amlodipine dapat diberikan bersama dengan penggunaan diuretik golongan tiazida, α-bloker, β-bloker, ACE inhibitor, nitrat, nitrogliserin sublingual, antiinflamasi non-steroid, antibiotika, serta obat hipoglikemik oral.
Pemberian bersama digoxin tidak mengubah kadar digoxin serum ataupun bersihan ginjal digoxin pada pasien normal.
Amlodipine tidak  mempunyai efek terhadap ikatan protein dari obat-obat : digoxin, phenytoin, warfarin dan indomethacin.
Pemberian bersama simetidin atau antasida tidak mengubah farmakokinetik amlodipine.
3. Nifedipine
Nama Generik : Nifedipine
Nama Dagang Di Indonesia : Adalat® (Bayer) tablet 5mg; 10mg, Adalat Oros® (Bayer) tablet 20mg, 30mg, 60mg, Adalat Retard® (Bayer) tablet 20mg, Calcianta® (Armoxindo) tablet 5mg, 10mg, Carvas® (Meprofarm) tablet 10mg, Cordalat® (kimia farma) tablet 10mg, Coronipin® (Dexa Medica, Leiras) tablet 10mg, Farmalat® (Fahrenheit) tablet 5mg, 10mg, Fedipin® (Medikon) tablet 10mg, Infacard® (Indofarma) tablet 10mg, Kemolat® (Phyto Kemo Agung) tablet 10mg, Nifecard® (Armoxindo) tablet 10mg, 20mg/tablet retard, Nifedin® (Sanbe Farma) tablet 10mg, Niprocor® (Yekatria farma) tablet 10mg, Vasdalat® (Kalbe Farma) tablet 5mg; 10mg, Vasoner® (Harsen) tablet 10mg, Xepalat® (Metiska Farma) tablet 5mg; 10mg, Zendalat® (Zenith) tablet 5mg; 10mg.
Indikasi : Pengobatan dini jangka panjang pada penyakit koroner (terutama angina pectoris dan keadaan setelah infark jantung ) serta sebagai obat tambahan pada terapi hipertensi.
Kontraindikasi : wanita hamil dan menyusui, syok kardiogenik, hipersensitivitas,
Efek samping: ringan dan hanya sementara, rasa panas, rasa berat kepala, mual dan pusing, udem subcutan, hipotensi dan palpitasi.
Peringatan : dapat meningkatkan aktivitas sediaan yang menurunkan tekanan darah dan penghambat beta reseptor.
Dosis dan aturan pakai : diberi dosis tunggal atau 3x sehari 5mg-10mg sebelum makan; Angina dosis awal 1x sehari 2,5mg, dosis maksimum 1x sehari 10mg.
Bentuk sediaan obat : Tablet.

D I A R E
   Diare (atau dalam bahasa kasar disebut mencret) adalah sebuah penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.
Penyebab Penyakit Diare
Diare bisa di sebabkan karena beberapa penyakit yaitu :
  Penyakit alergi terhadap gula fruktosa atau laktosa
  Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan secara berlebihan
  Kelebihan vitamin C
  Keracunan makanan atau mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi
  Terkena infeksi oleh virus atau parasit, bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan vibrio cholera.
  Efek samping dari obat-obatan, dan
  Gangguan pencernaan.
Jenis-Jenis Penyakit Diare
1. Diare akut
            Diare akut dapat  disebabkan karena infeksi keracunan, alergi , reaksi obat-obatan juga faktor psikis
2. Diare Kronik
   Diare kronik ini disebabkan oleh penyakit-penyakit non efektif pada saluran cerna seperti pada penyakit kolon inflamatorik, IBS (irritable bowel syndrome) pancreatitis kanker usus besar.

 Gejala Penyakit Diare
 Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:
  • Sakit perut
  • Sering mual dan Muntah
  • Kembung
  • Badan lesu atau lemah
  • Panas atau demam
  • Kehabisan cairan
  • Tidak nafsu makan
  • Menderita keram perut
  • Buang air besar terus menerus
  • Terkadang ada darah dan lendir dalam tinja atau feses
  • Gejala lainnya dapat timbul seperti pegal pada punggung, dan perut berbunyi.
Pencegahan Penyakit Diare
Untuk mengatasi penyakit diare dapat di lakukan dengan berbagai cara yaitu :
- Mencuci tangan dengan segera, setelah memegang sesuatu yang kotor, misalnya sehabis memegang kotoran bayi/anak.
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
- Memasak air hingga mendidih
- Memasak makanan hingga matang
- Menutup makanan dengan tudung saji
- Menetapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit sistemik dan penyebab penyakit diare.
Pengobatan Penyakit Diare
Obat-Obat Diare yaitu terdiri dari :
1. Oralit
Oralit diberikan pada penderita diare guna mencegah dehidrasi. Oralit merupakan campuran garam elektrolit, seperti natrium clorida ( NaCL ), kalium klorida ( KCL ) dan trisodium sitrat hidrat, serta glukosa anhidrat.
2. Selediar
Indikasi :
Untuk pengobatan simplomatik pada diare yang tidak  diketahui penyebabnya dengan jelas .
Efek samping : Konstipasi biasanya ringan dan bersifat sementara
Interaksi obat : pemberian bersamaan dengan digoxin akan menurun kadar dalam darah .
3. Zink Dispersibel ( Zink Elemental 20 mg )
Zinc sendiri diindikasikan untuk semua jenis diare baik diare akut, kronis ataupun persisten. Namun dalam tatalaksana diare yang utama adalah pemberian oralit. Kegawat daruratan diare khususnya dehdrasi tidak bisa diatasi hanya dengan Zinc.
Indikasi :
Zink dispersible tablet terapi pelengkap diare pada anak-anak.
Efek samping :
Toksisitas zink secara oral pada dewasa dapat terjadi akibat asupan Zink dosis lebih dari 150 mg perhari, dosis tinggi zink untuk periode lama dapat menyebabkan penurunan konsentrasi lipoprotein plasma dan absorpsi tembaga.
Interaksi Obat :
Jika di gunakan bersama dengan Fe, di sarankan menggunakan zink beberapa jam sebelum atau sesudahnya.

2.  FEBRIS (DEMAM)
Febris (demam) yaitu meningkatnya temperatur tubuh secara abnormal Febris (demam) yaitu melewati batas normal yaitu lebih dari 38 C
Penyebab Febris
Penyebab demam selain infeksi juga dapat disebabkan oleh keadaan toksemia, keganasan atau reaksi terhadap pemakaian obat, juga pada gangguan pusat regulasi suhu sentral (misalnya: perdarahan otak, koma). Demam dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu. Zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut pirogen. Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh menyebabkan demam selama keadaan sakit.
Jenis-Jenis Demam
1) Demam Septik
Ciri-cirinya :
Malam hari suhu naik sekali, pagi hari turun hingga diatas normal, sering disertai menggigil dan berkeringat.
2) Demam Remitten
Ciri-cirinya : Suhu badan dapat turun setiap hari tapi tidak pernah mencapai normal. Perbedaan suhu mungkin mencapai 2 derajat namun perbedaannya tidak sebesar demam septik.
3)
Demam Intermiten
Ciri-cirinya :
Suhu badan turun menjadi normal selama beberapa jam dalam satu hari. Bila demam terjadi dua hari sekali disebut tertiana dan apabila terjadi 2 hari bebas demam diantara 2 serangan demam disebut kuartana.
4)
Demam Kontinyu
Ciri-cirinya :
Suhu badan turun menjadi normal selama beberapa jam dalam satu hari. Bila demam terjadi dua hari sekali disebut tertiana dan apabila terjadi 2 hari bebas demam diantara 2 serangan demam disebut kuartana.
5) Demam Siklik
Ciri-cirinya :
Kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang diikuti kenaikan suhu seperti semula.
Tanda dan Gejala Demam
-          Demam.
-          Suhu meningkat > 380 C.
-           Menggigil.
-          Lesu, gelisah dan rewel serta sulit tidur.
-          Berkeringat, wajah merah dan mata berair.
-          Selera makan turun.
Pencegahan Demam
    Cara pencegahan penyakit ini yaitu dengan cara menjaga makanan yang akan di konsumsi, mencegah terjadinya diri dari serangan hujan, mencegah dari virus, polusi.
Pengobatan
 Obat-Obat Anti demam yaitu terdiri dari : 
 1. Acetaminophen/Paracetamol Tablet dan Syrup
Indikasi :
Sebagai Analgetik (menghilangkan rasa nyeri) dan Antipiretik ( Menurunkan suhu badan atau menghilangkan demam)
Efek samping : Dapat menimbulkan kerusakan hati.
KontraIndikasi :
Penderita yang hypersensitif
2. Ibuprofen Tablet
Indikasi : Meringankan nyeri ringan sampai nyeri sedang, seperti nyeri haid, sakit gigi, dan sakit kepala.
Efek Samping : jarang terjadi : mual, muntah, gangguan saluran cerna.
3. Kidiflu Syrup
Indikasi : Untuk meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang di sertai batuk.
KontraIndikasi : Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus, penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat, dan hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Efek samping : Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardiaritnia, mulut kering, penggunaan dosis besar dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.

KARIES GIGI
     Definisi
Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.
Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak di tangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian.
Peningkatan prevalensi karies banyak di pengaruhi perubahan dari pola makan.
Penyebab :
       -      Keberadaan bakteri dalam mulut, bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies   adalah Streptococcus mutans dan Lactobacillus
-          Gigi dan air ludah, Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental, mempermudah terjadinya karies.
Gejala
        -  Gigi berlubang yang biasanya menimbulkan rasa sakit.
        -  Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis.
      -  perubahan warna permukaan gigi menjadi cokelat atau hitam.
       - Bila karies sudah sangat dalam akan timbul nyeri yang sangat parah à pulpitis
Pencegahan
1. Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
3. Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman yang manis seperti soda.
4. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
5. Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan nutrisi, karena pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester kedua.
6. Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.

Pengobatan :
-          Asmef (Asam mefenamat)
-          Dexamethasone
-          Ibu profen

PENYAKIT KULIT DEMATITIS TIDAK SPESIFIK (EKSEMA)
      Definisi
Penyakit dermatitis atau sering di sebut eksim merupakan peradangan kulit yang hebat dan menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.
Istilah eksim juga di gunakan untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan perubahan pola pada kulit dan menimbulkan perubahan spesifik di bagian permukaan kulit. Istilah tersebut telah di ambil dari bahasa yunani yang artinya berarti mendidih atau keluar.
Penyebab :
Penyakit eksim ini di sebabkan karena faktor lingkungan yang dapat menimbulkan reaksi alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim.
Gejala :
Tanda-tanda eksim antara lain :
Ø  Kulit kemerah-merahan
Ø  Kulit kering, basah atau tebal dan bersisik
Ø  Untuk eksim yang baru biasanya berwarna agak lebih merah, agak basah di sertai bengkak.
Ø  Untuk eksim yang sudah kronis atau sudah lama warnanya lebih tebal, bersisik, kering, dan warnanya agak kehitaman.
Pengobatan :
·         Antihistamin
Antihistamin di gunakan untuk memotong siklus garuk-garuk karena gatal.
Contoh obat dari Antihistamin (alergi) seperti Chlorpheniramini maleat (CTM) dan Cetirizine.
·         Sediaan Topikal untuk kulit (Salep)
-          Betamethasone Valerat (krim)
-          Hydrocortisone (krim)
-          Oxyteracycline (salep kulit)
-          Acyclovir tablet dan Acyclovir (krim)
-          Salep antifungi
-          Salep 2-4