Selasa, 06 Januari 2015

PENYAKIT LEPRA



Penyakit Lepra
Lepra adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh dan udara kotor. Pada jaman dahulu kala, penyakit lepra sangat ditakuti oleh masyarakat. Apabila seseorang berpenyakit lepra, maka ia akan diasingkan dari pergaulan dan tidak ada orang yang mau mendekati. Orang yang berpenyakit lepra itu terpaksa hidup menyendiri.
Sekarang penyakit lepra sudah makin dikenal orang sehingga orang yang berpenyakit lepra tidak diasingkan lagi. Menurut Drs. Djamaludin Hadis, penulis buku kesehatan masyarakat, lepra adalah penyakit yang menular melalui kulit atau syaraf, maupun keduanya.
Bakteri yang menyebabkan penyakit lepra ditemukan oleh Hansen dari Penyakit Lepra juga disebut dengan penyakit kusta dan kini juga dikenal sebagai penyakit Hansen. Dahulu kala, penyakit ini dipandang secara berlebihan hingga mengurangi stigma sosial bagi si penderita. Namun, kini penyakit lepra sudah tidak asing lagi dan orang yang menderita penyakit ini tidak mesti diasingkan dari masyarakat. Lepra adalah salah satu penyakit kronis yang menimbulkan kerusakan pada sistem kulit, pernafasan, saraf, testis, dan mata. Namun, lepra tidak akan menyebabkan kematian atau lepasnya anggota tubuh dengan mudah seperti yang ditakuti oleh kebanyakan orang.
Penyakit lepra terdapat pada hampir seluruh dunia dan paling sering dijumpai pada negara berkembang. Mengapa? Karena penyakit ini cenderung berkaitan dengan lingkungan yang kumuh dan kotor yang biasanya ditemukan di daerah pedesaan dan pemukiman miskin. Daerah endemik seperti ini biasanya sulit mendapatkan air bersih, tidak memiliki tempat tidur sehingga tidur di lantai, dan gizi buruk. Pria memiliki resiko terkena penyakit lepra yang lebih tinggi dibandingkan wanita.

Penyebab penyakit lepra
Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”.oleh Universitas Texas pada tahun 2008, yang menyebabkan endemik sejenis kusta di Meksiko dan Karibia, yang dikenal lebih khusus dengan sebutan diffuse lepromatous leprosy.Sedangkan bakteri Mycobacterium leprae ditemukan oleh seorang ilmuwan Norwegia bernama Gerhard Henrik Armauer Hansen pada tahun 1873 sebagai patogen yang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra. Saat ini penyakit lepra lebih disebut sebagai penyakit Hansen, bukan hanya untuk menghargai jerih payah penemunya, melainkan juga karena kata leprosy dan leper mempunyai konotasi yang begitu negatif, sehingga penamaan yang netral lebih diterapkan untuk mengurangi stigma sosial yang tak seharusnya diderita oleh pasien kusta.Cara penularan penyakit ini meliputi penularan langsung dan tidak langsung, melalui kulit yang ada lukanya atau lecet, dengan kontak yang lama dan berulang-ulang. Lepra merupakan penyakit yang tidak mudah menular .
 jenis lepra antaralain:
1. Lepra tuberkuloit dilandasi dangan ruam kulit berupa satu atau beberapa daerah putih yang datar, daerah tersebut kebal terhadap sentuhan karena mikrobakteri telah merusak saraf-sarafnya.
2. Lepra lapromatosa yaitu muncul benjolan kecil atau ruam menonjol dan lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk, terajadi kerontokan rambut tubuh termasuk alis dan bulu mata
3. Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil yang memiliki gambaran kedua bentuk lepra jika keadaannya membaik, maka akan menyarupai lepra tuberkoloid jika akan memburuk maka akan menyerupai keromatosa, dan  dapson tidak digunakan lagi.
Gejala Penyakit lepra
 Gejala dan tanda yang muncul tergantung kepada respon kekebalan penderita. Gejala pertamanya berupa penebalan pada kulit yang berubah warnanya berupa bercak keputih-putihan (maculahypopigmentasi) yang kurang atau hilang perasaannya (anaesthesia). Pengenalan tanda pertama ini sangat penting untuk berhasilnya pengobatan dan pencegahan kecacatan akibat lepra. Bila mengenai kulit muka akan mengakibatkan tampang seseorang menjadi sangat menakutkan yang disebut facies leonina (muka singa).
Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :
  • Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
  • Anoreksia.
  • Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
  • Cephalgia.
  • Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
  • Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
  • Neuritis.
Pengobatan penyakit lepra

Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga, bakteri penyebab lepra secara bertahap menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar. Hal ini terjadi hingga ditemukannya pengobatan multiobat pada awal 1980-an dan penyakit ini pun mampu ditangani kembali.

Pada 1985, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di 122 negara. Pada Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA) ke-44 di Jenewa, 1991, disetujui resolusi untuk menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2000, dan berusaha untuk ditekan menjadi 1 kasus per 100.000. WHO diberikan mandat untuk mengembangkan strategi penghapusan kusta.

Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson.

Obat terapi multiobat kusta.Sejak 1995, WHO memberikan paket obat terapi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan. Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman dan mudah. Jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat..

Rifampisin merupakan antibiotik satu-satunya bekerja leprosid terhadap basil lepra, kerjanya lebih cepat dan efektif dari pada dapson. Dalam waktu 3-4 minggu bentuk L yang ganas sudah menjadi tidak bersifat menular lagi.
Klofazimin, obat ini memiliki khasiat leprostatik yg sama kuatnya dengan dapson, juga berkhasiat sebagai anti radang dan mencegah terjadinya benjol-benjol pada bentuk L
Nama-nama Obat paten penyakit lepra diantaranya:
-           CORIFAM, HEROFAM,
-           MEGARIF, MERIMAC,
-           RAMICIN, RARIFAM,
-           RIFAMTIBI,
-           RIFAMEC,
-           RIPAMPICIN,
-           RIMACTANE. 



               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar