H I P E R T E N S I (TEKANAN DARAH
TINGGI)
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah
persisten, dimana tekanan sistoliknya lebih dari 140 mmHg dan diastoliknya
lebih dari 90 mmHG). Semakin tinggi tekanan darah maka akan memiliki risiko
terjadinya komplikasi yang semakin tinggi pula. Pada orang tua dengan umur
diatas 65 tahun mempunyai risiko terjadinya hipertensi dua kali lebih besar
daripada orang muda dengan umur dibawah 65 tahun. Pada lanjut usia hipertensi di
definisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastoliknya 90 mmHg.
Jenis-Jenis
Hipertensi
1.
Hipertensi Esensial
Hipertensi Esensial sering di sebut dengan hipertensi Primer. Hipertensi kategori ini paling sering di temui.
Jumlahnya mencapai 90-95% dari penderita hipertensi secara keseluruhan.
Ketidakpastian faktor penyebab ini membuat penderita hipertensi esensial sulit
mengetahui pemicu tingginya tekanan darah tinggi.
Ada beberapa kemungkinan penyebab hipertensi esensial. Salah satu hal yang
mungkin menyebabkan hipertensi ini adalah kelainan gen tunggal yang
mempengaruhi metabolisme natrium, sehingga menimbulkan hipertensi.
Penyebab hipertensi esensial faktor keturunan dan gaya hidup tertentu.
2.
Hipertensi Sekunder
Kasus Hipertensi sekunder lebih rendah di
bandingkan hipertensi Esensial/primer. Penyakit ginjal merupakan penyebab
terbesarnya yaitu 5-10% dari keseluruhan hipertensi. Hal ini karena ginjal
berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Gangguan ginjal seperti
kelainan ginjal, sumbatan pada arteri ginjal (pemasok darah utama),
koarktasioaorta (penyempitan pembuluh darah utama yang memasok darah dari
jantung ke seluruh tubuh), penyebab lain
1-2% kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu seperti pil KB.
Penyebab
Hipertensi
- Faktor keturunan
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari
orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang
tua mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan kitapun beresiko tinggi
mengalaminya.
- Usia
Seiring bertambahnya usia, kita
semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi.
Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga
berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya,
tekanan darah pun meningkat.
- Gender
Hingga usia 45, lebih beresiko
mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita
memiliki tingkat resiko yang sama.
- Kurang
gerak/Kurang berolahraga (Sedentary lifestyle)
Biasanya, orang yang tinggal di kota
besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus
menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan
resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah
meningkatnya resiko darah tinggi.
- Pola
makan
Kalau kita suka makan makanan tinggi
kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya kita menguranginya untuk
mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta
umum yang diketahui hampir semua orang, kurangi makanan bergaram karena itu
dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
- Kelebihan
berat badan
Berat badan berlebih bisa menjadi
salah satu ukuran beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
- Kebiasaan
minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat
meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan
darah meningkat.
- Stres
Stres dapat meningkatkan tekanah
darah meningkat. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu
bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun
meningkat.
Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita
akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak
secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
- Kondisi
penyakit yang lain
Gangguan kondisi kesehatan seperti
Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang
yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.
Mekanisme terjadinya hipertensi ada dua, yaitu
hipertensi primer, yang disebabkan karena gangguan fungsi salah
satu atau beberapa sebab di bawah ini :
• Cairan ekstrasel yang tinggi
• Gangguan fungsi ginjal
• Faktor-faktor yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit
• Resistensi pembuluh darah perifer
• Dan curah jantung yang meningkat
Sedangkan
hipertensi sekunder
yang mempunyai kemungkinan sembuh lebih besar, disebabkan oleh karena
penyempitan pembuluh darah, baik pada pembuluh darah vena maupun pembuluh darah
arteri. Pada penyempitan pembuluh darah maka tekanan darah akan meningkat,
seperti kita ketahui pada saluran yang lebih sempit dengan jumlah volume yang
sama maka tekanan akan semakin tinggi.
Gejala
Hipertensi:
Gejala-gejala
yang mungkin kita temukan antara lain :
• Tekanan darah yang meningkat
• Pusing, Sakit kepala, kelelahan
• Pandangan yang kabur
• Perasaan berdebar, gelisah
• Leher dan pundak terasa kaku, dan sulit bernafas
Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
• Stroke
• Kelaianan pada retina
• Pembesaran jantung kiri
• Gagal jantung
• Jantung koroner
• Edema paru
Pencegahan
Hipertensi
Pencegahan hipertensi yaitu di annjurkan untuk
merubah perubahan agar dapat menurunkan tekanan darah.
Sebelum memulai terapi obat, pencegahan utama bagi hipertensi yaitu :
Menjaga
berat badan normal.
Olahraga
yang teratur.
Istirahat
yang cukup.
Melakukan
aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (≥30 menit per
hari, atau
hampir setiap hari dalam seminggu).
Berhenti
merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.
Menu
makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan zat gizi.
Perbanyaklah
makan sayur dan buah-buahan
Mengurangi
asupan diet yang mengandung natrium/ Batasi atau hindari konsumsi garam.
Agar
terhindar dari Penyakit Tekanan Darah Tinggi, konsumsilah sejumlah makanan berikut secara
teratur, diantaranya :
- Bayam
- Biji bunga matahari
- Kacang-kacangan
- Pisang
- Kedelai
- Kentang
- Cokelat pekat (dark chocolate), dan alpukat.
Pengobatan
Hipertensi
Pengobatan
hipertensi meliputi beberapa langkah yang terdiri dari :
Langkah Pertama : Pemberian obat
pilihan pertama yang digunakan dalam pengobatan
hipertensi ini adalah menggunakan
diuretika, beta blocker, Ca antagonis,
ACE
inhibitor.
Langkah Kedua : Alternatif yang
bisa diberikan dalam langkah ini yaitu dengan dosis obat
pertama
dinaikan, diganti jenis lain dari obat pilihan pertama dan yang
selanjutnya
ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa obat diuretika,
beta
blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator.
Langkah Ketiga : Alternatif yang bisa ditempuh yaitu
dengan obat ke-2 diganti dan ditambah
obat
ke-3 jenis lain.
Langkah
Keempat : Alternatif pemberian obatnya
ditambah obat ke-3 dan ke-4, mengevaluasi
kembali
dan konsultasi.
Obat-Obat
hipertensi yaitu terdiri dari :
1. Captopril 12,5mg dan 25 mg
Nama generik : Captopril
Nama dagang di Indonesia : Capoten, Casipril, Dexacap,
Farmoten, Metopril, Otoryl, Praten, Scantensin, Tensobon.
Captopril adalah obat
tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini merupakan obat pilihan
pertama untuk penderita hipertensi tanpa komplikasi. Terdapat bayak golongan
obat antihipertensi. Captopril termasuk dalam golongan obat inhibitor enzim
angiotensin konverter (angiotensin-converting enzyme inhibitor, ACEI).
Indikasi
: hipertensi, gagal jantung
kongestif, setelah infark miokard, nefropati diabetik.
Kontraindikasi : untuk pasien yang hipersensitif
terhadap kaptopril atau komponen lain dalam obat dalam komposisi obat; pasien
yang memiliki riwayat angiodema dikaitkan dengan pengobatan dengan penghambat
enzim pengubah angiotensin terdahulu; pasien dengan penyempitan arteri
bilateral ginjal; pasien yang sedang hamil trimester kedua atau ketiga.
Bentuk sediaan : tablet 12,5 mg, 25 mg
Dosis dan aturan pakai : untuk pengobatan nefropati diabetik
digunakan dosis 25 mg, diminum 3 kali dalam sehari; jika diperlukan penurunan
tekanan darah lebih lanjut, antihipertensi lain dapat digunakan bersama
kaptopril; pada gangguan ginjal berat awalnya 12,5 mg, 2 kali sehari.
Efek samping
: hipotensi, batuk kering yang
persisten, pusing, sakit kepala, letih, mual, memperburuk fungsi ginjal
(mungkin terjadi pada pasien dengan penyempitan arteri bilateral ginjal), ruam
kulit, reaksi hipersensitif, gangguan tidur, gelisah, anemia, radang pankreas.
Resiko khusus :
pada pasien yang sedang hamil pada
trimester pertama resiko penggunaan obat ini adalah termasuk kategori C, di
mana penelitian pada wanita (manusia) belum tersedia. Pasien yang sedang hamil
pada trimester kedua dan ketiga termasuk dalam kategori D, di mana terdapat
bukti positif resiko pada janin manusia, tetapi obat dapat digunakan pada
wanita hamil walaupun beresiko yaitu pada kasus penyakit serius dan obat yang
lebih aman tidak dapat digunakan atau inefektif.
2. Amlodipine
Nama Generik :
Amlodipine
Nama Dagang Di Indonesia :
Tensivask (Dexa Medica) tablet 5mg; 10mg, Norvask (Pfizer) tablet
5mg, 10mg.
Amlodipin adalah obat tekanan darah tinggi (hipertensi).
Obat ini adalah obat hipertensi yang paling sering diresepkan di Indonesia
setelah captopril.
Terdapat banyak golongan obat antihipertensi. Amlodipin termasuk ke
dalam golongan obat penghambat kanal kalsium.
Indikasi : Amlodipine digunakan untuk
pengobatan hipertensi, angina stabil kronik, angina vasospastik (angina
prinzmetal atau variant angina). Amlodipine dapat diberikan sebagai terapi
tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain.
Kontra Indikasi : Amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang
hipersensitif terhadap amlodipine dan golongan dihidropiridin lainnya.
Dosis :
Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi
dan respon pasien.
Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum
10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14
hari.
Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan
pada
awal terapi 2,5 mg satu kali sehari.
Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihipertensi lain,
dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg.
Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik ataupun angina
vasospastik adalah 5-10 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut
dan kelainan fungsi hati.
Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obat-obat golongan tiazida,
ACE inhibitor, β-bloker, nitrat dan nitrogliserin sublingual.
Efek
Samping : Secara umum amlodipine dapat
ditoleransi dengan baik, dengan derajat efek samping yang timbul bervariasi
dari ringan sampai sedang. Efek samping yang sering timbul dalam uji klinik
antara lain : edema, sakit kepala.
Secara umum :
fatigue, nyeri, peningkatan atau penurunan berat badan.
Pada keadaan hamil dan menyusui : belum ada penelitian pemakaian amlodipine
pada wanita hamil, sehingga penggunaannya selama kehamilan hanya bila
keuntungannya lebih besar dibandingkan risikonya pada ibu dan janin. Belum
diketahui apakah amlodipine diekskresikan ke dalam air susu ibu. Karena
keamanan amlodipine pada bayi baru lahir belum jelas benar, maka sebaiknya
amlodipine tidak diberikan pada ibu menyusui.
Efektivitas dan keamanan amlodipine
pada pasien anak belum jelas benar.
Interaksi
Obat
Amlodipine dapat diberikan bersama
dengan penggunaan diuretik golongan tiazida, α-bloker, β-bloker, ACE inhibitor,
nitrat, nitrogliserin sublingual, antiinflamasi non-steroid, antibiotika, serta
obat hipoglikemik oral.
Pemberian bersama digoxin tidak mengubah kadar digoxin serum ataupun bersihan
ginjal digoxin pada pasien normal.
Amlodipine tidak mempunyai efek terhadap ikatan protein dari obat-obat :
digoxin, phenytoin, warfarin dan indomethacin.
Pemberian bersama simetidin atau antasida tidak mengubah farmakokinetik
amlodipine.
3. Nifedipine
Nama Generik : Nifedipine
Nama Dagang Di Indonesia :
Adalat® (Bayer) tablet 5mg; 10mg, Adalat Oros® (Bayer)
tablet 20mg, 30mg, 60mg, Adalat Retard® (Bayer) tablet 20mg,
Calcianta® (Armoxindo) tablet 5mg, 10mg, Carvas®
(Meprofarm) tablet 10mg, Cordalat® (kimia farma) tablet 10mg,
Coronipin® (Dexa Medica, Leiras) tablet 10mg, Farmalat®
(Fahrenheit) tablet 5mg, 10mg, Fedipin® (Medikon) tablet 10mg,
Infacard® (Indofarma) tablet 10mg, Kemolat® (Phyto Kemo
Agung) tablet 10mg, Nifecard® (Armoxindo) tablet 10mg, 20mg/tablet
retard, Nifedin® (Sanbe Farma) tablet 10mg, Niprocor®
(Yekatria farma) tablet 10mg, Vasdalat® (Kalbe Farma) tablet 5mg;
10mg, Vasoner® (Harsen) tablet 10mg, Xepalat® (Metiska
Farma) tablet 5mg; 10mg, Zendalat® (Zenith) tablet 5mg; 10mg.
Indikasi : Pengobatan dini jangka panjang pada penyakit koroner
(terutama angina pectoris dan keadaan setelah infark jantung ) serta sebagai
obat tambahan pada terapi hipertensi.
Kontraindikasi : wanita hamil dan
menyusui, syok kardiogenik, hipersensitivitas,
Efek samping: ringan dan hanya
sementara, rasa panas, rasa berat kepala, mual dan pusing, udem subcutan,
hipotensi dan palpitasi.
Peringatan : dapat
meningkatkan aktivitas sediaan yang menurunkan tekanan darah dan penghambat
beta reseptor.
Dosis dan aturan pakai : diberi
dosis tunggal atau 3x sehari 5mg-10mg sebelum makan; Angina dosis awal 1x
sehari 2,5mg, dosis maksimum 1x sehari 10mg.
Bentuk sediaan obat : Tablet.
D I A R E
Diare (atau dalam
bahasa kasar disebut mencret) adalah sebuah penyakit dimana penderita mengalami
rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau feses yang
masih memiliki kandungan air berlebihan.
Penyebab Penyakit Diare
Diare
bisa di sebabkan karena beberapa penyakit yaitu :
Penyakit alergi terhadap
gula fruktosa atau laktosa
Memakan makanan yang asam,
pedas, atau bersantan secara berlebihan
Kelebihan vitamin C
Keracunan makanan atau
mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi
Terkena infeksi oleh virus
atau parasit, bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, dan vibrio cholera.
Efek samping dari
obat-obatan, dan
Gangguan pencernaan.
Jenis-Jenis Penyakit Diare
1. Diare akut
Diare
akut dapat disebabkan karena infeksi
keracunan, alergi , reaksi obat-obatan juga faktor psikis
2. Diare Kronik
Diare kronik ini disebabkan oleh penyakit-penyakit
non efektif pada saluran cerna seperti pada penyakit kolon inflamatorik, IBS
(irritable bowel syndrome) pancreatitis kanker usus besar.
Gejala Penyakit Diare
Gejala
diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih
dalam sehari, yang kadang disertai:
- Sakit perut
- Sering mual dan Muntah
- Kembung
- Badan lesu atau lemah
- Panas atau demam
- Kehabisan cairan
- Tidak nafsu makan
- Menderita keram perut
- Buang air besar terus menerus
- Terkadang ada darah dan lendir dalam tinja atau feses
- Gejala lainnya dapat timbul seperti pegal pada
punggung, dan perut berbunyi.
Pencegahan Penyakit Diare
Untuk mengatasi penyakit diare dapat
di lakukan dengan berbagai cara yaitu :
- Mencuci tangan dengan segera, setelah memegang sesuatu yang kotor, misalnya
sehabis memegang kotoran bayi/anak.
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
- Memasak air hingga mendidih
- Memasak makanan hingga matang
- Menutup makanan dengan tudung saji
- Menetapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit sistemik dan
penyebab penyakit diare.
Pengobatan
Penyakit Diare
Obat-Obat
Diare yaitu terdiri dari :
1. Oralit
Oralit
diberikan pada penderita diare guna mencegah dehidrasi. Oralit merupakan
campuran garam elektrolit, seperti natrium clorida ( NaCL ), kalium klorida (
KCL ) dan trisodium sitrat hidrat, serta glukosa anhidrat.
2. Selediar
Indikasi : Untuk pengobatan simplomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya dengan jelas .
Efek samping : Konstipasi
biasanya ringan dan bersifat sementara
Interaksi obat : pemberian
bersamaan dengan digoxin akan menurun kadar dalam darah .
3. Zink Dispersibel ( Zink Elemental 20 mg )
Zinc
sendiri diindikasikan untuk semua jenis diare baik diare akut, kronis ataupun
persisten. Namun dalam tatalaksana diare yang utama adalah pemberian
oralit. Kegawat daruratan diare khususnya dehdrasi tidak bisa diatasi hanya
dengan Zinc.
Indikasi : Zink dispersible tablet terapi pelengkap diare pada anak-anak.
Efek samping : Toksisitas zink secara oral pada dewasa dapat
terjadi akibat asupan Zink dosis lebih dari 150 mg perhari, dosis tinggi zink
untuk periode lama dapat menyebabkan penurunan konsentrasi lipoprotein plasma
dan absorpsi tembaga.
Interaksi Obat : Jika di gunakan bersama dengan Fe, di sarankan
menggunakan zink beberapa jam sebelum atau sesudahnya.
2.
FEBRIS (DEMAM)
Febris (demam) yaitu meningkatnya
temperatur tubuh secara abnormal Febris (demam) yaitu melewati batas normal
yaitu lebih dari 38 C
Penyebab Febris
Penyebab demam selain
infeksi juga dapat disebabkan oleh keadaan toksemia, keganasan atau reaksi
terhadap pemakaian obat, juga pada gangguan pusat regulasi suhu sentral
(misalnya: perdarahan otak, koma). Demam dapat disebabkan
gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu.
Zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu
sehingga menyebabkan demam disebut pirogen. Zat pirogen ini dapat berupa
protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang
dilepas oleh bakteri toksik yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh
menyebabkan demam selama keadaan sakit.
Jenis-Jenis Demam
1) Demam Septik
Ciri-cirinya : Malam hari suhu naik sekali, pagi hari
turun hingga diatas normal, sering disertai menggigil dan berkeringat.
2) Demam Remitten
Ciri-cirinya : Suhu badan dapat
turun setiap hari tapi tidak pernah mencapai normal. Perbedaan suhu mungkin
mencapai 2 derajat namun perbedaannya tidak sebesar demam septik.
3) Demam Intermiten
Ciri-cirinya : Suhu badan turun menjadi normal selama
beberapa jam dalam satu hari. Bila demam terjadi dua hari sekali disebut
tertiana dan apabila terjadi 2 hari bebas demam diantara 2 serangan demam
disebut kuartana.
4) Demam Kontinyu
Ciri-cirinya : Suhu badan turun menjadi normal selama
beberapa jam dalam satu hari. Bila demam terjadi dua hari sekali disebut
tertiana dan apabila terjadi 2 hari bebas demam diantara 2 serangan demam
disebut kuartana.
5) Demam Siklik
Ciri-cirinya : Kenaikan
suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk
beberapa hari yang diikuti kenaikan suhu seperti semula.
Tanda dan Gejala Demam
-
Demam.
-
Suhu
meningkat > 380 C.
-
Menggigil.
-
Lesu,
gelisah dan rewel serta sulit tidur.
-
Berkeringat,
wajah merah dan mata berair.
-
Selera
makan turun.
Pencegahan Demam
Cara pencegahan penyakit ini yaitu dengan cara menjaga makanan yang akan
di konsumsi, mencegah terjadinya diri dari serangan hujan, mencegah dari virus,
polusi.
Pengobatan
Obat-Obat Anti demam yaitu terdiri dari :
1. Acetaminophen/Paracetamol
Tablet dan Syrup
Indikasi : Sebagai
Analgetik (menghilangkan rasa nyeri) dan Antipiretik ( Menurunkan suhu badan
atau menghilangkan demam)
Efek samping : Dapat menimbulkan
kerusakan hati.
KontraIndikasi : Penderita yang hypersensitif
2. Ibuprofen Tablet
Indikasi : Meringankan nyeri ringan
sampai nyeri sedang, seperti nyeri haid, sakit gigi, dan sakit kepala.
Efek Samping : jarang terjadi :
mual, muntah, gangguan saluran cerna.
3. Kidiflu Syrup
Indikasi : Untuk meringankan
gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan
bersin-bersin yang di sertai batuk.
KontraIndikasi : Penderita dengan
gangguan jantung dan diabetes mellitus, penderita dengan gangguan fungsi hati
yang berat, dan hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Efek samping : Mengantuk, gangguan
pencernaan, gangguan psikomotor, takikardiaritnia, mulut kering, penggunaan
dosis besar dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.
KARIES GIGI
Definisi
Karies
gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.
Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak di tangani, penyakit ini
dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya,
dan bahkan kematian.
Peningkatan prevalensi karies banyak di pengaruhi perubahan dari pola makan.
Penyebab :
-
Keberadaan bakteri dalam mulut, bakteri yang paling berperan dalam
menyebabkan karies adalah Streptococcus
mutans dan Lactobacillus
-
Gigi
dan air ludah, Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi
kental, mempermudah terjadinya karies.
Gejala
-
Gigi berlubang yang biasanya menimbulkan rasa sakit.
-
Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan
pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis.
- perubahan warna permukaan gigi
menjadi cokelat atau hitam.
- Bila karies sudah sangat dalam akan timbul nyeri yang sangat
parah à pulpitis
Pencegahan
1.
Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, pada pagi hari
setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan
yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
3. Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman
yang manis seperti soda.
4. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
5. Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan nutrisi,
karena pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester kedua.
6. Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.
Pengobatan :
-
Asmef
(Asam mefenamat)
-
Dexamethasone
-
Ibu
profen
PENYAKIT KULIT DEMATITIS TIDAK SPESIFIK
(EKSEMA)
Definisi
Penyakit
dermatitis atau sering di sebut eksim merupakan peradangan kulit yang hebat dan
menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga
akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.
Istilah eksim juga di gunakan untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan
perubahan pola pada kulit dan menimbulkan perubahan spesifik di bagian
permukaan kulit. Istilah tersebut telah di ambil dari bahasa yunani yang
artinya berarti mendidih atau keluar.
Penyebab :
Penyakit
eksim ini di sebabkan karena faktor lingkungan yang dapat menimbulkan reaksi
alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim.
Gejala :
Tanda-tanda
eksim antara lain :
Ø Kulit
kemerah-merahan
Ø Kulit kering,
basah atau tebal dan bersisik
Ø Untuk eksim yang
baru biasanya berwarna agak lebih merah, agak basah di sertai bengkak.
Ø Untuk eksim yang
sudah kronis atau sudah lama warnanya lebih tebal, bersisik, kering, dan
warnanya agak kehitaman.
Pengobatan :
·
Antihistamin
Antihistamin di gunakan untuk memotong
siklus garuk-garuk karena gatal.
Contoh obat dari Antihistamin (alergi) seperti Chlorpheniramini maleat (CTM)
dan Cetirizine.
·
Sediaan Topikal
untuk kulit (Salep)
-
Betamethasone
Valerat (krim)
-
Hydrocortisone
(krim)
-
Oxyteracycline
(salep kulit)
-
Acyclovir
tablet dan Acyclovir (krim)
-
Salep
antifungi
-
Salep
2-4